Senin, 07 Januari 2019

5 Hal Penting Wajib Diketahui Tentang Tekanan Ban


Tekanan ban termasuk salah satu faktor penting bagi sepeda motor. Terlihat sepele sehingga kerap disepelekan. Tak sedikit biker yang mengabaikan tekanan ban.  Menyerahkan sepenuhnya pengukuran tekanan ban kepada tukang ban di pinggir jalan. Itu pun, dilakukan saat matahari bersinar terik.  Berikut adalah 5 hal yang wajib Anda ketahui tentang tekanan ban sepeda motor.



1.       Pentingnya memeriksa tekanan ban secara teratur
Tiap produsen motor punya advis bervariasi soal frekuensi pemeriksaan tekanan ban. Ada yang  menyarankan setiap seminggu sekali, sementara produsen lain menganjurkan harus dilakukan setiap hari.  Tekanan ban disesuaikan dengan kondisi medan yang dialui serta cuaca di sekitar Anda. Sepeda motor yang dikendarai untuk keperluan mobilitas harian dengan kondisi jalan beraspal mulus,  dengan cuaca stabil maka pemeriksaan ban cukup dilakukan seminggu sekali. Namun bagi seorang petualang yang kerap melintasi jalur beragam kondisi disarankan melakukan pemeriksaan tekanan ban setiap hari.

2.       Periksa takanan ban pada suhu normal
Tekanan yang tertera dalam buku manual adalah tekanan ban dalam kondisi dingin atau suhu normal. Keadaan ban yang panas setelah dikendarai dapat meningkatkan tekanan udara di dalamnya sebesar 10%. MSF Technologies merekomendasikan agar Anda menunggu selama 3 jam terlebih dulu sebelum memastikan tekanan ban motor. Tekanan ban dalam kondisi suhu normal itulah yang palin bagus dan teraman untuk sepeda motor. Disarankan agar pengecekan tekanan ban dilakukan pada saat pagi atau sore hari.

3.       Gunakan alat ukur berkualitas bagus
Acapkali alat ukur tekanan ban di SPBU atau milik tukang ban kurang akurat. Perbedaan tekanan ban beberapa psi dapat mengubah penanganan dan kemampuan pengereman sepeda motor. Jadi, alat ukur tekanan ban (tyre gauge ) yang akurat itu penting. Harganya murah kok. Mulai Rp50 ribuan sampai Rp1 jutaan. Untuk keperluan normal harian, tekanan ban depan yang dianjurkan yaitu 29 psi, sedangkan tekanan ban belakang 32 psi.

4.       Under Inflate & Over Inflate
Lantas apa yang terjadi bila ban sepeda motor kurang angin? Begitu pula apa yang terjadi jika ban terlalu keras dipompa? Saat ban kempes, laju sepeda motor menjadi lambat, sulit dikendalikan. Selain itu bahan bakarjuga akan menjadi boros.  Sering ditemui pengendara sepeda motor nekat memacu kendaraannya meski bannya kempes.  Ban kurang angin yang dipaksa dikendarai bisa mengalami kerusakan. Kondisi lain yang bisa muncul yaitu pelek roda rusak akibat benturan benda keras.
Lantas apa yang terjadi ketika ban mengalami over inflate atau terlalu keras dipompa? Ban yang terlalu keras menjadi lebih mudah mengalami overheat.

5.       Medan offroad
Kondisi jalur tak beraspal, becek dan licin memaksa Anda harus mengurangi tekanan ban. Namun sebaiknya tidak sembarangan mengurangi tekanan ban.  Jalur berdebu dan berkerikil harus dihadapi dengan ban brtekanan 25 – 28 psi. Sedangkan jalur yang dilalui berlumpur dan berbatu, tekanan bannya yaitu 20-25 psi. Jangan lupa memastikan tekanan ban Anda normal kembali setelah medan ekstrim dilalui.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar