Tekanan ban termasuk salah satu faktor penting
bagi sepeda motor. Terlihat sepele sehingga kerap disepelekan. Tak sedikit
biker yang mengabaikan tekanan ban. Menyerahkan
sepenuhnya pengukuran tekanan ban kepada tukang ban di pinggir jalan. Itu pun,
dilakukan saat matahari bersinar terik. Berikut
adalah 5 hal yang wajib Anda ketahui tentang tekanan ban sepeda motor.
1. Pentingnya memeriksa tekanan
ban secara teratur
Tiap produsen motor punya
advis bervariasi soal frekuensi pemeriksaan tekanan ban. Ada yang menyarankan setiap seminggu sekali, sementara
produsen lain menganjurkan harus dilakukan setiap hari. Tekanan ban disesuaikan dengan kondisi medan
yang dialui serta cuaca di sekitar Anda. Sepeda motor yang dikendarai untuk
keperluan mobilitas harian dengan kondisi jalan beraspal mulus, dengan cuaca stabil maka pemeriksaan ban cukup
dilakukan seminggu sekali. Namun bagi seorang petualang yang kerap melintasi jalur
beragam kondisi disarankan melakukan pemeriksaan tekanan ban setiap hari.
2. Periksa takanan ban pada suhu
normal
Tekanan yang tertera dalam
buku manual adalah tekanan ban dalam kondisi dingin atau suhu normal. Keadaan
ban yang panas setelah dikendarai dapat meningkatkan tekanan udara di dalamnya
sebesar 10%. MSF Technologies merekomendasikan agar Anda menunggu selama 3 jam
terlebih dulu sebelum memastikan tekanan ban motor. Tekanan ban dalam kondisi
suhu normal itulah yang palin bagus dan teraman untuk sepeda motor. Disarankan agar
pengecekan tekanan ban dilakukan pada saat pagi atau sore hari.
3. Gunakan alat ukur berkualitas
bagus
Acapkali alat ukur tekanan
ban di SPBU atau milik tukang ban kurang akurat. Perbedaan tekanan ban beberapa
psi dapat mengubah penanganan dan kemampuan pengereman sepeda motor. Jadi, alat
ukur tekanan ban (tyre gauge ) yang akurat itu penting. Harganya murah kok.
Mulai Rp50 ribuan sampai Rp1 jutaan. Untuk keperluan normal harian, tekanan ban
depan yang dianjurkan yaitu 29 psi, sedangkan tekanan ban belakang 32 psi.
4. Under Inflate & Over
Inflate
Lantas apa yang terjadi bila
ban sepeda motor kurang angin? Begitu pula apa yang terjadi jika ban terlalu
keras dipompa? Saat ban kempes, laju sepeda motor menjadi lambat, sulit
dikendalikan. Selain itu bahan bakarjuga akan menjadi boros. Sering ditemui pengendara sepeda motor nekat
memacu kendaraannya meski bannya kempes. Ban kurang angin yang dipaksa dikendarai bisa
mengalami kerusakan. Kondisi lain yang bisa muncul yaitu pelek roda rusak akibat
benturan benda keras.
Lantas apa yang terjadi
ketika ban mengalami over inflate atau terlalu keras dipompa? Ban yang terlalu
keras menjadi lebih mudah mengalami overheat.
5. Medan offroad
Kondisi jalur tak beraspal,
becek dan licin memaksa Anda harus mengurangi tekanan ban. Namun sebaiknya
tidak sembarangan mengurangi tekanan ban.
Jalur berdebu dan berkerikil harus dihadapi dengan ban brtekanan 25 – 28
psi. Sedangkan jalur yang dilalui berlumpur dan berbatu, tekanan bannya yaitu
20-25 psi. Jangan lupa memastikan tekanan ban Anda normal kembali setelah medan
ekstrim dilalui.







